Tiga Orang Pengusaha Pakaian Bekas Impor Masih dalam Penyelidikan Polda NTT

Ket Foto: Beacukai (kiri) dan Bisnis Rombengan Kota Kupang (kanan)

JURNAL POLISI.NETKOTA KUPANG - Sebanyak 3 orang pengusaha pakaian bekas/rombengan (RB) yang diduga impor sudah dalam proses penyelidikan pihak Ditreskrimsus Polda NTT. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus, melalui Panit Subdit 4 Tipeter Ditreskrimsus Polda NTT, Simson Amalo, SH, Kepada wartawan, Pada Kamis, (22/10).

Dikatakannya bahwa pihaknya sudah mendalami dan sedang dalam tahap proses penyelidikan terhadap ke-tiga orang tersebut, "3 orang masih dalam penyelidikan," Ujarnya

Seperti diketahui bahwa proses penyelidikan terhadap beberapa pengusaha pakaian bekas impor ini sudah dilakukan pada bulan September 2020 oleh penyidik Ditreskrimsus Polda NTT terkait perdangangan pakaian bekas impor.

Masih menurut Simson, bila memenuhi cukup bukti bisa dilimpahkan ke bea cukai, "Entah bagaimana-bagaimana cukup bukti, kita limpahkan ke bea cukai," Terangnya. 

Ketika ditanya wartawan terkait Permendag Nomor 51/M-DAG/7/2015 yang sudah secara tegas melarang menjual pakaian bekas impor, Simson Amalo mengatakan, " Tapi ini kan penyidiknya bea cukai." Ujarnya lagi.

Ditambahkannya lagi bahwa saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak bea cukai. 

Ketika ditanyai benarkah 5 orang pengusaha pakaian bekas di kota Kupang dalam pemeriksaan pihaknya? Simson mengatakan,  "Kayaknya tiga orang yang diperiksa." Ungkapnya ragu

Kepada Tim media, Simson yang baru menjabat sekitar dua bulan itu mengakui bahwa pakaian bekas impor dari luar negeri bisa bebas masuk di kota Kupang.

"Saya sebenarnya tidak tahu, ini kan bea cukai kok bisa masuk gampang-gampang. ini kan bukan baru dari jaman kota kupang berdiri, namun sudah ada sejak dulu. ini posisi serba salah. Mungkin juga faktor daya beli masyarakat," Paparnya

Dirinya menambahkan, terkait persoalan pakaian bekas impor ini harus dibicarakan bersama antara pemerintah daerah dan semua pihak untuk dicarikan solusinya.

"Saat ini Maumere barang impor bekas tidak masuk lagi dan berdasarkan informasi mereka main ball kirim lewat ekspedisi," Pungkasnya. (TIM)

Sebelumnya
Berikutnya

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2